Takalar,siberpintar.com-- Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, tengah menjadi sorotan publik.
Ia dikabarkan menghadapi isu kurang harmonis dalam hubungan keluarganya, yang mencuat usai sebuah acara buka puasa bersama di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Takalar.
Acara buka puasa tersebut diketahui diinisiasi oleh para camat dan kepala desa se-Kabupaten Takalar. Mereka secara gotong royong menyiapkan kebutuhan acara, mulai dari bahan makanan hingga perlengkapan lainnya sebagai bentuk kebersamaan dan silaturahmi di bulan suci Ramadan.
Namun, suasana hangat itu disebut berubah setelah acara usai. Sejumlah pihak dari keluarga Bupati dikabarkan merasa kecewa terkait penarikan sebuah mobil operasional jenis Avanza yang sebelumnya digunakan saat masa kampanye.
Menurut informasi yang beredar, kendaraan tersebut sempat digunakan oleh pihak keluarga setelah pelaksanaan Pilkada, dengan asumsi dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, kendaraan itu kemudian ditarik kembali melalui ajudan Bupati.
Kekecewaan keluarga disebut semakin bertambah karena kendaraan tersebut telah melalui sejumlah perbaikan dengan biaya yang tidak sedikit selama digunakan.
Hingga saat ini, baik pihak keluarga maupun ajudan Bupati Takalar yang disebut dalam informasi tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Bupati Takalar juga belum membuahkan hasil.
Di tengah polemik yang berkembang, isu ini turut memantik perhatian masyarakat, khususnya terkait pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan. Dalam nilai-nilai kehidupan, termasuk ajaran agama, silaturahmi merupakan fondasi penting dalam membangun keharmonisan dan kebersamaan.
Para tokoh masyarakat menilai, setiap persoalan keluarga idealnya dapat diselesaikan secara bijak dan kekeluargaan, tanpa harus memperlebar jarak hubungan.
Terlepas dari benar atau tidaknya kabar yang beredar, publik berharap agar situasi ini dapat segera diklarifikasi oleh pihak terkait guna menghindari kesalahpahaman yang lebih luas.(ardin)

