Takalar,siberpintar.com-- Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, secara resmi melepas 72 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Takalar, di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jumat (1/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan, ibadah haji bukan sekadar perjalanan menuju Makkah, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik, mental dan keikhlasan hati.
“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan,” katanya dihadapan para JCH Takalar.
Daeng Manye juga mengingatkan kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, kekompakan dan fokus menjalankan setiap rangkaian ibadah selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan penuh kepada seluruh jemaah, mulai dari proses keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Tahun ini, jemaah haji asal Takalar tergabung dalam Kloter 16, 33, 42 dan 43 bersama jemaah dari sejumlah daerah lain di Sulsel, termasuk Gowa dan Maros. Dari total 72 calon jemaah, sebanyak 69 orang hadir langsung mengikuti prosesi pelepasan.
Di tengah suasana haru, perhatian tertuju pada sosok Anggi, jemaah termuda asal Galesong Utara yang baru berusia 13 tahun. Keberangkatannya ke Tanah Suci menyimpan kisah pilu sekaligus menggetarkan hati.
Anggi berangkat menunaikan ibadah haji untuk menggantikan almarhuma ibunya yang sebelumnya telah terdaftar sebagai calon jemaah. “Kami berangkat menggantikan ibu tercinta. Ibu sudah mendaftar sebelumnya, tetapi Allah lebih dulu memanggilnya,” ucap Anggi dengan suara bergetar.(ato)

