Jakarta,siberpintar.com-- Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (BPN KKTP) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Anggi Auliya Arsyad yang diduga menjadi korban pembunuhan berencana di kawasan Tol Yasmin, Bogor.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan BPN KKTP di Jakarta, Minggu (25/5/2026), sebagai bentuk solidaritas warga diaspora asal Kabupaten Takalar terhadap keluarga korban.
BPN-KKTP menyebut, berdasarkan keterangan orang tua angkat korban, Syamsuddin, peristiwa tragis itu diduga terjadi pada Jumat (22/5/2026) dini hari, sekitar pukul 00.58 WIB.
Keluarga korban baru menerima kabar duka pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat ini, pelaku dilaporkan telah diamankan di Polresta Bogor Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Almarhumah Anggi diketahui merupakan putri asal Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar. Setelah menjadi yatim piatu sejak kecil, ia diasuh dan dibiayai pendidikannya oleh sang paman yang juga orang tua angkatnya hingga menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi.
Dalam pernyataan resminya, BPN KKTP menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Bogor Kota yang dinilai bergerak cepat menangkap pelaku dalam waktu singkat. BPN KKTP juga menyatakan kepercayaan penuh terhadap proses penyidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Selain itu, BPN KKTP mendukung permintaan keluarga korban agar pelaku dijatuhi hukuman pidana maksimal sesuai perbuatannya. Organisasi diaspora warga Takalar itu juga meminta proses hukum dilakukan secara objektif, transparan, adil, dan tidak berlarut-larut.
Ketua Umum BPN KKTP, Hasanuddin Tisi, menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut hingga berkekuatan hukum tetap.
"BPN KKTP berharap aparat penegak hukum meningkatkan langkah preventif keamanan guna mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan di ruang publik," pungkasnya.(ato)

