• Jelajahi

    Copyright © .
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Takalar Ajak Generasi Muda Hayati Pancasila

    REDAKSI
    6/02/26, 2.6.26 WIB Last Updated 2026-06-02T02:51:27Z
    Takalar,siberpintar.com-- Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Selasa (2/6/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa sekaligus fondasi bagi terciptanya perdamaian dunia.

    Upacara yang diikuti jajaran pemerintah daerah, ASN, TNI-Polri, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam amanatnya, Bupati Takalar membacakan Maklumat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. KH. Yudian Wahyudi. Disebutkan bahwa tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

    Menurutnya, tema ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi solusi dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global.

    Dalam amanat itu juga ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman perpecahan, Indonesia mampu menunjukkan bahwa keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa dapat disatukan dalam semangat kebangsaan.

    Selain menjadi perekat bangsa, Pancasila disebut sebagai jangkar moral dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi yang pesat hingga dinamika geopolitik internasional.

    Indonesia pun dinilai terus menunjukkan peran aktif dalam menjaga perdamaian dunia melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta berbagai upaya mediasi konflik regional.

    “Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” kata Daeng Manye saat membacakan amanat tersebut.

    Pada kesempatan itu, generasi muda juga diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai simbol atau teks sejarah, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata yang mencerminkan religiusitas, persatuan dan kemanusiaan.

    Usai upacara, Bupati Takalar menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pelajar berprestasi. Penghargaan diberikan kepada Muhammad Alfariski Faried, siswa kelas I SD Negeri 5 Ballo yang meraih Juara I Robo Master Championship Nasional Kodeavour 7.0 Indonesia dan masuk empat besar finalis terbaik tingkat internasional.

    Penghargaan juga diberikan kepada Muhammad Haidir Kusuma, siswa kelas V SD Negeri 45 Biring Balang yang berhasil meraih Juara I Lomba Kuis di Pondok Modern Nurul Asafa Takalar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar berharap capaian ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.(ato)
    Komentar

    Tampilkan