Buka FGD Forkopimda, Bupati Takalar Tekankan Penguatan Koordinasi Intelijen Lintas Instansi

Takalar,siberpintar.com-- Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye membuka Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertema "Penguatan Koordinasi Intelijen Terpadu dan Penanganan Konflik Sosial demi Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah" di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk memperkuat sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan daerah.

Daeng Manye hadir didampingi Wakil Bupati (Wabup) Hengky Yasin dan Sekretaris Daerah, Muhammad Hasbi. FGD juga diikuti Dandim 1426/Takalar, Ketua Pengadilan Negeri Takalar, perwakilan Kejari Takalar, unsur Polres Takalar, Badan Intelijen Negara (BIN), para Danramil, Kapolsek serta camat se-Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Daeng Manye menegaskan, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, seluruh unsur Forkopimda diminta memperkuat koordinasi, meningkatkan pertukaran informasi, dan mengoptimalkan deteksi dini terhadap berbagai potensi konflik sosial.

Menurutnya, forum komunikasi seperti FGD perlu dilaksanakan secara rutin, terstruktur, dan terpadu agar setiap persoalan yang muncul di masyarakat dapat diidentifikasi sejak dini, dianalisis bersama, serta ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi. 

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, terutama melalui media sosial. "Daerah yang aman akan menciptakan pembangunan yang berjalan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat," tegas Daeng Manye saat membuka FGD.

Sementara itu, Sekda Takalar, Muhammad Hasbi menjelaskan, FGD difokuskan pada tiga agenda utama, yakni penguatan koordinasi intelijen terpadu, pemetaan potensi konflik sosial di seluruh kecamatan serta penyusunan strategi pencegahan konflik. Menurutnya, forum ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas keamanan daerah melalui sinergi seluruh instansi.

Mewakili Kapolres Takalar, Kasat Intelkam Polres Takalar mengungkapkan, dua isu strategis yang menjadi perhatian bersama. Yakni, potensi konflik lahan PTPN di wilayah Polongbangkeng Utara dan Polongbangkeng Selatan terkait perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU), serta perkembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Laikang.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 1426/Takalar menambahkan, aktivitas tambang ilegal dan penyalahgunaan narkoba juga menjadi potensi kerawanan yang harus diantisipasi bersama. Ia mendorong penguatan deteksi dini, edukasi masyarakat, penyelesaian konflik melalui mediasi, percepatan penyelesaian administrasi HGU, serta pelaksanaan FGD Forkopimda secara berkala.

Wabup, Hengky Yasin turut mengapresiasi pelaksanaan FGD dan menekankan pentingnya penyusunan peta kerawanan serta sistem pertukaran informasi lintas instansi sebagai upaya menjaga kondusivitas daerah dan mendukung pembangunan berkelanjutan.(ato)

0 Komentar

Posting Komentar