Adik Bupati Takalar, Komjen Fadil Imran Resmi Pensiun, Kini Jadi Bos Perusahaan Tambang Raksasa BUMN

Takalar,siberpintar.com-- Komjen Pol Mohammad Fadil Imran resmi mengakhiri masa pengabdiannya di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) setelah memasuki usia pensiun 58 tahun pada 14 Agustus 2026. 

Perwira tinggi kelahiran Sungguminasa, Kabupaten Gowa, itu menutup karier panjangnya setelah lebih dari tiga dekade mengabdi di Korps Bhayangkara.

Nama Fadil Imran tidak asing bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Selain dikenal sebagai jenderal bintang tiga di lingkungan Mabes Polri, ia juga merupakan adik dari Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye dan kakak dari Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.

Saat memasuki masa purnatugas, Fadil masih menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). Jabatan tersebut menjadi posisi terakhirnya sebelum mengakhiri pengabdian di institusi kepolisian.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu memulai kariernya sebagai Wakil Kasat Sabhara Polres Metro Jakarta Barat. Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Metro Cengkareng pada 1999 dan Kapolsek Metro Tanah Abang pada 2002.

Karier Fadil terus berkembang melalui sejumlah jabatan strategis. Ia pernah menjabat Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kapolres KP3 Tanjung Priok, serta Waditreskrimum Polda Metro Jaya.

Tak hanya itu, Fadil juga pernah menduduki jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, hingga Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Pengalaman di bidang reserse menjadi salah satu ciri perjalanan kariernya di kepolisian.

Memasuki jajaran pimpinan tinggi, Fadil dipercaya menjadi Staf Ahli Sosial Budaya Kapolri pada 2019. Setahun kemudian, ia ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Timur sebelum menjabat Kapolda Metro Jaya hingga 2023. Setelah itu, ia mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri dan Astamaops.

Usai menuntaskan pengabdiannya di Polri, Fadil Imran melanjutkan kiprah di sektor korporasi dengan menduduki jabatan Komisaris PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID yang diketahui merupakan holding perusahaan tambang milik BUMN.

Babak baru tersebut menandai perjalanan karier Fadil Imran setelah 35 tahun mengabdi sebagai aparat penegak hukum.(*)

0 Komentar

Posting Komentar