Takalar,siberpintar.com-- Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Takalar yang mewakili Sulsel meraih Juara III Kategori Umum pada Lomba Vlog PKK Pokja III TTG SMART (Teknologi Tepat Guna untuk Sampah Rumah Tangga) tingkat nasional.
Prestasi ini dipersembahkan oleh Kasma Melyani dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo melalui karya bertema pengelolaan sampah berkelanjutan. Kompetisi yang diselenggarakan TP PKK Pusat itu diikuti perwakilan PKK dari seluruh provinsi di Indonesia.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye selaku Pembina TP PKK Takalar menyampaikan apresiasi atas capaian itu. Menurutnya, prestasi itu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Takalar sekaligus Provinsi Sulsel. "Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bijak," ujarnya.
Ketua TP PKK Takalar, Dewi Sri Ekowati Firdaus, juga mengapresiasi keberhasilan Kasma Melyani. Ia menilai prestasi ini membuktikan inovasi masyarakat Takalar mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus memperkuat edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berbasis teknologi tepat guna.
“Kami percaya inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar. Mari bersama-sama wujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, dimulai dari langkah kecil di rumah kita sendiri. Saksikan sendiri, apa yang tadinya dianggap sampah dan dibuang, kini berubah menjadi pendukung kehidupan,” ujar Ketua PKK Takalar, Sabtu (18/7/2026).
Dalam vlog berjudul "Dari Sampah Jadi Kehidupan", Kasma Melyani menampilkan praktik pengelolaan lingkungan di PPLH Puntondo. Sisa makanan diolah menjadi kompos menggunakan biopori dan komposter, sedangkan limbah septic tank diproses melalui kolam eceng gondok untuk menyerap polutan sebelum air dialirkan kembali ke lingkungan.
Konsep TTG SMART yang diusung dinilai sederhana, murah, mudah diterapkan serta dapat direplikasi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan karya Kasma meraih penghargaan tingkat nasional.(ato)
0 Komentar