Bupati Takalar dan PT BOMAR Bahas Investasi Tambak Udang, Kecamatan Laikang dan Sanrobone Disiapkan Jadi Sentra Budidaya

Makassar,siberpintar.com-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar mulai menjajaki peluang investasi pengembangan tambak udang di wilayah pesisir Kecamatan Laikang dan Sanrobone.

Penjajakan dilakukan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye melalui pertemuan dengan manajemen PT Bogatama Marinusa (BOMAR) di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Selasa (18/8/2026).

Pertemuan itu membahas potensi pengembangan tambak udang yang terintegrasi dengan industri pengolahan. Pemkab Takalar melihat keterhubungan antara sektor budidaya dan industri dapat membuka peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas udang sekaligus memperluas manfaat investasi bagi masyarakat.

Dua wilayah yang diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan tambak udang ialah Kecamatan Laikang dan Sanrobone. Kedua wilayah ini dinilai memiliki kawasan pesisir yang potensial untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya perikanan dengan dukungan teknologi dan investasi.

Daeng Manye mengatakan, pengembangan tambak udang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan. Investasi ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir serta menciptakan aktivitas usaha yang lebih luas di daerah. “Kita melihat ada potensi besar di Laikang dan Sanrobone yang bisa dikembangkan untuk tambak udang,” katanya.

Menurut Daeng Manye, optimalisasi potensi ini membutuhkan dukungan investasi, teknologi budidaya, hingga akses pasar. Karena itu, Pemkab Takalar mendorong adanya keterhubungan antara kegiatan budidaya dengan industri pengolahan agar hasil produksi memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Daeng Manye menegaskan, pemerintah daerah siap memfasilitasi komunikasi antara investor, pelaku usaha dan masyarakat di wilayah yang diproyeksikan sebagai kawasan tambak. Namun, pengembangan investasi tetap diarahkan dengan memperhatikan kondisi lingkungan serta kepentingan masyarakat pesisir.

Sementara itu, CEO PT BOMAR Tigor Cendarma menyambut positif penjajakan investasi tersebut. Ia mengatakan, potensi lahan dan kesiapan infrastruktur menjadi sejumlah aspek penting yang perlu dikaji sebelum pengembangan tambak udang dilakukan.

“Kami tentu melihat peluang ini secara positif, terutama jika potensi lahannya mendukung dan pengelolaannya bisa dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Tigor menambahkan, pengembangan tambak membutuhkan perencanaan matang, termasuk kualitas air, teknologi budidaya, kepastian produksi serta kesinambungan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan.(*)

0 Komentar

Posting Komentar