Takalar,siberpintar.com-- Suasana haru menyelimuti ta’ziyah malam pertama almarhum H.M. Natsir Ibrahim, di kediaman keluarga almarhum, Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, Sabtu (22/8/2026) malam.
Almarhum yang akrab disapa Haji Nojeng merupakan Wakil Bupati (Wabup) Takalar periode 2012–2017. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Ketua TP PKK Takalar, Dewi Sri Ekowati Firdaus, hadir menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah mengabdikan diri sebagai Wabup Takalar.
Daeng Manye mengaku memiliki kesan mendalam terhadap almarhum. Dalam sambutannya, ia mengenang pertemuan pertamanya dengan H.M. Natsir Ibrahim sekitar 2016 lalu. Saat itu, dirinya masih bertugas sebagai Kanwil Telkom di Makassar, sedangkan Haji Nojeng menjabat Wabup Takalar.
Keduanya pertama kali berinteraksi saat peresmian layanan internet di Tampamaseang. “Di situlah untuk pertama kali saya berinteraksi dengan almarhum. Orangnya kalem, pasti keluarga tahu. Baik,” kenang Daeng Manye.
Ia menilai karakter itu menjadi salah satu kesan yang melekat dalam ingatannya terhadap almarhum. Kabar wafatnya Haji Nojeng diterima Daeng Manye saat dirinya masih berada di Jakarta. Begitu mendapat kabar duka, ia langsung meminta jadwal penerbangannya diubah agar dapat segera kembali ke Makassar untuk menyalatkan jenazah.
Setibanya di Makassar, ia masih sempat mengikuti salat Dzuhur sekaligus menyalatkan almarhum di Masjid Agung sebelum mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Daeng Manye juga mengenang besarnya pengabdian Haji Nojeng selama menjadi Wabup Takalar mendampingi Bupati Burhanuddin Baharuddin periode 2012–2017.
Menurutnya, selama lima tahun menjalankan tugas, almarhum telah memberikan waktu dan pemikiran untuk pembangunan daerah serta kepentingan masyarakat Takalar.
“Selama beliau hidup, banyak hal yang dilakukan khususnya bagi masyarakat Takalar karena beliau pernah menjadi Wakil Bupati Takalar. Sebagian besar waktu yang dia punya itu diberikan untuk masyarakat, untuk membangun daerahnya, Takalar ini,” kata Daeng Manye.
Atas kepergian tersebut, Daeng Manye mengajak keluarga dan seluruh masyarakat mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mengingatkan bahwa kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang pasti akan dialami setiap manusia. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga silaturahmi, kebersamaan dan persaudaraan.(ato)
0 Komentar