Takalar,siberpintar.com-- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Takalar berdampak pada aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Takalar memutuskan mengalihkan sementara pembelajaran dari tatap muka menjadi daring (dalam jaringan)
Kebijakan tersebut berlaku selama enam hari, mulai 14-19 September 2026. Penerapannya mencakup seluruh satuan pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP di wilayah Kabupaten Takalar.
Kepala Disdikbud Takalar, Dody Riyan Saputra, mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap kondisi kelangkaan BBM yang berpotensi mengganggu mobilitas warga sekolah.
"Keterbatasan pasokan dan antrean kendaraan di sejumlah SPBU dapat menyulitkan murid maupun tenaga pendidik untuk melakukan perjalanan menuju sekolah. Kondisi itu juga berpotensi memengaruhi aktivitas orang tua atau wali murid," ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/215/DISDIKBUD tertanggal 11 September 2026. Melalui kebijakan itu, satuan pendidikan diminta tetap menjalankan proses pembelajaran selama kegiatan belajar berlangsung dari rumah.
Disdikbud juga mengingatkan sekolah agar pelaksanaan pembelajaran daring tetap menyesuaikan target kurikulum dan kebutuhan peserta didik. Model pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing satuan pendidikan.
Di sisi lain, orang tua atau wali murid diharapkan berperan aktif mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Disdikbud menyadari ketersediaan jaringan internet dan fasilitas pendukung pembelajaran daring belum merata di seluruh wilayah Takalar.
Setelah masa pembelajaran daring berakhir pada 19 September, Disdikbud Takalar akan mengevaluasi kondisi bersama pemerintah daerah. Keputusan untuk kembali menerapkan pembelajaran tatap muka akan mempertimbangkan perkembangan ketersediaan BBM serta kondisi di lapangan.(ato)
0 Komentar