Daeng Manye mengatakan, keberadaan irigasi menjadi kebutuhan penting bagi petani, khususnya di wilayah Polsel yang memiliki lahan pertanian cukup luas. Dengan dukungan pengairan, petani diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada penggunaan pompa untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.
Ia mengaku melihat langsung kondisi tanaman pertanian yang tumbuh subur sepanjang perjalanan menuju lokasi peresmian. Mulai dari Pattallassang hingga Moncongkomba, sejumlah komoditas seperti padi, kacang-kacangan dan jagung terlihat berkembang dengan baik.
“Dengan adanya irigasi, masyarakat kita lebih sejahtera karena hasil pertaniannya bertambah. Peningkatan hasil produksi akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan perekonomian masyarakat," katanya.
Daeng Manye juga menegaskan, pentingnya pemerintah daerah aktif mencari dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur. Keterbatasan kemampuan anggaran daerah, kata dia, harus diimbangi dengan penyusunan proposal dan perencanaan yang matang agar program yang dibutuhkan masyarakat dapat memperoleh dukungan.
Selain irigasi, Daeng Manye menyoroti kebutuhan peningkatan akses jalan di Moncongkomba yang menjadi jalur aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum memberi perhatian terhadap ruas tersebut dan mengupayakannya masuk dalam usulan Inpres Jalan Desa 2027.
Pada kesempatan itu, Pemkab Takalar juga menyerahkan bantuan kepada kelompok tani berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), mesin pompa air tiga inci, serta pupuk Urea dan Phonska. Daeng Manye juga mengajak masyarakat menjaga kekompakan dan gotong royong agar pembangunan desa berjalan berkelanjutan.
Peresmian irigasi tersebut turut dihadiri Plt Camat Polsel, Ayatullah Rawatib, Kepala Desa Moncongkomba, Kepala Desa Cakura, para kelompok tani, penyuluh pertanian Kabupaten Takalar, serta jajaran TNI-Polri dari Polsek dan Koramil Polsel.(ato)
0 Komentar